Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Usaha’ Category

Lain pedagang komik lain lagi loper koran. Saya pernah berjumpa dengan loper koran yang sukses menjual koran dengan strategi yang unik. Kejadiannya memang juga sudah agak lama, sekitar 15 tahun yang lalu.

Kejadiannya di terminal lama Purwokerto. Meskipun Purwokerto hanya kota administratif, tetapi terminal Purwokerto merupakan salah satu teminal yang sibuk. Sejak dulu, terminal ini sudah ramah dan ‘hidup’ 24 jam. Terminal Purwokerto menjadi salah satu pintu masuk ke Jawa Tengah dari Jawa Barat begitu juga sebaliknya.

Kalau mau pulang ke Magelang, saya sering naik bis dari terminal Purwokerto ini. Saya senang mengamati orang-orang yang ada di terminal ini mulai dari penumpang, kernet, sopir, pengemis, pedagang asongan, sampai para loper koran. Bagiku mereka adalah orang-orang yang sangat menarik. Daripada bengong yang engak-enggak, mendingan mengamati orang-orang di sekitar terminal. Lha wong nunggu bis berangkat bisa lebih dari satu jam luamanya.

Dari sekian banyak manusia yang tumplek blek di terminal ini, ada satu yang paling menarik bagiku, yaitu: loper koran. Sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di bumi Purwokerto ini, loper koran yang satu ini sudah mencuri perhatiannku.

Pawakan orangnya pendekar alias pendek dan kekar cenderung gemuk. Rambutnya dipotong pendek, kaku dan berdiri semua. Bisa dibanyangkan bagaimana kalau rambutnya dibiarkan 2 – 3 bulan kayaknya mirip dengan kartun ‘fido dido’. Gaya bicaranya sangat khas banyumas, alias ngapak-ngapak. Wajahnya bulat dan tampak ceria, dari jauh pun sudah ketahuan kalau orang ini dari jawa.

Kalau penumpang bis sudah agak penuh dia akan segera naik ke atas bis. Koran yang dia bawa cukup banyak. Koran itu ditaruhnya di dasbor depan. Lalu dia ambil beberapa koran, satu-satu setiap penerbit: Kompas, Republika, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Jawa Post, dan lain-lain. Dengan gaya mBanyumasannya yang khas di buka-buka koran itu.

“Gemblung…tenan…gara-gara putus cinta bae seorang pemudah milih gantung diri. Apa ra nana wong wadon maneh apa ya…?” katanya dengan logat ngapak-ngapak kentele pooooor.
“Beritane ana nang halaman 5 koran Suara Medeka”, katanya menjelaskan.
Lalu dia ambil koran yang lain:
“Lha..kiye sing di tunggu-tunggu, jare pemerintah arep menaikkan gaji PNS. Lumayan..ya…bisa ngo kawin maing….”, katanya lagi.
“Sing rumangsa pegawai negeri kudu maca kiye koran Kompas, beritane ana nang halaman ngarep dewe lho..”, katanya merayu.
Trus dia melakukan itu sampai semua koran dia baca. Kadang-kadang dia mengambil kesimpulan sendiri, kadang-kadang ngak percaya, kadang-kadang juga ngasih komentar yang lucu-lucu. Rasanya aku ngak perlu beli koran sudah tahu isi berita head line koran-koran hari ini, mulai koran nasional sampai koran-koran daerah.

Setelah merasa capek, kemudian dia berjalan ke belakang sambil menawarkan koran-korannya. Aku lihat cukup banyak penumpang yang membeli koran darinya. Kalau aku naik bis, aku selalu menanti loper koran ini naik ke bis yang aku tumpangi. Meskipun aku tidak selalu beli koran darinya.

Waktu terus berlalu, waktu itu aku belum pernah lihat dia bawa motor. Beberapa waktu kemudian aku lihat dia sudah membawa motor.

Suatu ketika pernah dia tidak tampak di terminal. Iseng-iseng aku tanya pada loper koran yang lain tentang loper nyentrik itu. Trus, dia bercerita kalau dia itu bos loper koran di terminal Purwokerto ini. Sekarang dia sudah punya anak buah, makanya jarang jualan sendiri. Motornya saja sudah lima. Huebat, aku saja ngak punya motor. Dia juga punya banyak anak buah yang nganter koran ke rumah-rumah, selain itu ada juga yang jualan koran di lampu-lampu merah Purwokerto.

Tajir bener orang itu, pikirku. Suer, aku tidak pernah menyangka kalau dia adalah bos koran di daerah ini.

Orang ini sukses di bidangnya: jualan koran. Memang caranya sangat unik dalam menawarkan koran ke penumpang-penumpang. Tapi itu mungkin saja hanya salah satu strategi dia berjualan. Kehidupan di terminal sangat keras, maklum dulu aku pernah ‘hidup di terminal’ jadi sedikit banyak tahu suasananya. Kalau dia bisa sukses, sungguh luar biasa sekali.

@dikutip dari isrol.wordpress.com

Iklan

Read Full Post »

Setelah sekian lama melakukan Action, Pikir, Hitung yang sebenarnya tak membuahkan hasil, setelah sekian lama menjadi detektif jalan kesana-kemari mencari kontrakan kosong yang bisa dihuni untuk menyambung usaha yang sudah 6 bulan tutup. Alhamdulillah, tepatnya pada tgl 13 juni 2010, setelah bermusyawarah dengan istri sayapun berani mengambil sewa tempat untuk usaha photocopy yang sudah 6 bulan vakum, mangkrak di gudang saya jalani lagi.

He..he nampang motornya dekat alfa

membutuhkan banyak energi, begitu kata orang-orang. Butuh perssiapan yang matang untuk memulai sebuah usaha, terlepas dari itu semua saya hanya punya keyakinan bahwasanya memulai lebih baik daripada terus berpikir tapi tidak melakukan tindakan-tindakan, toh seiring berjalannya waktu nanti pasti akan tahu celahnya setelah melalui perjalanan yang panjang

Read Full Post »

Di Balik PHK

Jakarta, 21 April 2010 Kompas…
Ribuan pekerja outsourcing di pelabuhan/terminal petikemas itu menuntut diangkat menjadi karyawan tetap. Kontrak kerja outsourcing ditandatangani oleh manajemen JICT dengan beberapa vendor, yakni PT Philia Mandiri Sejahtera, Koperasi Pegawai Maritim, dan Koperasi Karyawan JICT.
   
Mereka antara lain bekerja sebagai operator rubber tired gantry crane, head truck, quay crane, radio officer, dan maintenance. “Pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan inti yang terkait langsung dalam proses produksi dan berada di lini satu pelabuhan/terminal peti kemas,” kata Hanafi yang juga Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI)..
 
Ya, sekelumit berita yang tentunya diantara kita ada yang pernah mengamatinya melalui layar berita televisi. Dan kebetulan kejadian tersebut menimpa saudara ipar saya, akhirrnya dikarenakan penuntutan pekerja kontrak sebagian dari mereka diberhentikan oleh perusahaan.
 
Apa reaksi selanjutnya..yang saya amati..
– Bingung
– Ketakutan akan masa depan yang suram
– Terkadang matanya berkaca dan terlihat iba seolah membayangkan anak yang sudah mulai besar ketika pagi selalu tersenyum jika Ayahnya berangkat bekerja dan kebetulan dikaruniai 3 orang anak yang lucu-lucu dan manis.
 
Saya sendiri ikut bingung dan iba melihatnya, Tanjung Priuk – Bekasi mondar mandir mencari jawaban. Setelah sekian lama mencoba untuk mencari tahu tentang apa yang harus bisa dilakukan akhirnya bertemulah dengan “Pesta Wira Usaha Bekasi ” dan salah satunya disitu terdapat workshop “Mie Ayam Sehati “. Akhirnya setelah berbincang-bincang dan mencoba memberi masukan akhirnya beliau tertarik juga pengin ikut nimbrung gabung, bolehlah ikut ya nanti uang pendaftaran gimana, mungkin bagi sebagian besar anggota milist uang 150.000 tidak berarti tapi bagi orang yang sudah terkena PHK 3 bulan hidup di Jakarta tentu sesuatu yang berharga. Okelah ikut ucapnya terima beres ya..seeplah mas ikut aja siapa tahu bermanfaat. Saya lihat begitu antusias mengikuti jalannya acara, sementara Pak Syamsu asyik memainkan mie kesayangannya he..he.
Hari ke-3 setelah mengikuti Pesta Wirausaha beliau telpone. Har, aku pengin ikut beneran yah buat pelatihannya di Cikarang kan?..yah mas ikut saja murah kok cuma gantiin biaya bahan saja . Kebetulan beliau memang gaptek sama komputer dan gak pernah ikut milist ya nggak kelihatan tapi mungkin ada yang kenal waktu pelatihan namanya Irwan.
 
     Sepulang dari pelatihan beliau langsung semangat dan mampir ke tempat saya, dengan raut muka yang sama, bingung. Modalnya bagaimana? katanya ..Mas, kan dirumah Ibu sudah ada mesin gilingnya, mangkuk juga ada, kompor,piring ya udah itu cukup mas tinggal modal bahan kita bantu, Spanduk nanti buatin, gampang jangan dibikin repot pungkasku. Setelah dihitung-hitung ternyata modal gak lebih dari 400.000,- sudah bisa buka..murah kan?
Alhamdulilllah sudah berjalan sampai sekarang dengan nama Mie Abi dengan memanfaatkan teras rumahnya yang sempit di Jl.Kampung Mangga RT 016/RW 03 Tanjungpriuk Koja- Jakarta Selatan. Setidaknya dengan modal yang terbatas sudah cukup untuk bisa menyambung hidup sehari-hari tinggal bagaimana seiring waktu bisa menapaki jalannya usaha dengan kreativitas dan peluang kedepannya.
Memang saya lihat antusias warga setempat begitu marak, selain karena mereka baru dengar kok ada mie yang berwarna hijau, kuning,merah,diolah ditempat, gak pake pengawet, boleh lihat proses pembuatannya juga. untuk pemula sudah lumayan sehari bisa habis 2-3 gilingan.
 
Yah begitu sekelumit fakta yang tejadi. jadi bagi Anda yang masih bingung untuk memulai usaha mungkin ini bisa menjadi isnpirasi tanpa perlu modal yang berlimpah, dan pintar meracik mie, gampang saja kalau mengikuti pelatihannya kok..dijamin enak,enak tenan, enak sekali

Read Full Post »

 

Keyakinan untuk terus mewujudkan harapan dengan terus berusaha yg terbaik

 

 
Teman-teman  yang baik dimanapun berada. Diantara kita mungkin pernah terheran-heran mengapa beberapa orang tampaknya selalu beruntung, bahwa segala sesuatu tampaknya berjalan dengan sangat baik untuk mereka?Jika kita mengamatinya sedikit lebih dekat, kita akan mendapatklan bahwa penampilan itu menipu. Kemungkinan besar bahwa mereka juga memiliki banyak masalah, hambatan, dan kegagalan seperti orang lain, hanya saja mereka menghadapinya dengan cara yang berbeda. Mereka punya keyakinan bahwa segala sesuatu selalu bekerja untuk yang terbaik. Ketika kita menghadapi kesialan, mungkin sulit untuk menerimanya, namun kita akan mendapatkan bahwa jika kita menolak untuk menerima kekalahan, sukses pada akhirnya akan mengikuti.

“Kesuksesan sering kali mengikuti aksi terbaik penolakan kita atas kegagalan dan kekalahan”

ya, begitulah yang selalu tertanam dalam benak saya, setidaknya saya selalu memompa diri sendiri bahwa dengan keyakinan setiap langkah apapun yang saya jalani untuk terus berusaha dan terus berusaha menjadi yang terbaik harapan yang selalu dicita-citakan akan selalu menjadi cambuk yang  kuat dalam menjalani hidup ini. Apapun keputusan yang akan kita ambil pasti mengandung resiko, siapa bilang kalau menjadi karyawan dengan gaji tinggi dan fasilitas yang serba wah tidak mengandung resiko? resiko itu selalu ada mungkin dipecat, resign tidak sesuai lingkungannya, lebih parah lagi ketika menginjak usia pensiun tak punya bekal untuk mandiri, beriorientasi pada apa yang telah ia miliki untuk bisa dikembangkan di masyarakat, karena terbiasa disuapin setiap bulan.
Sebagai contoh, saya sendiri pernah menduduki kepala staf administrasi di sebuah perusahaan distributor di Jakarta,  ya lumayanlah untuk orang perantau seperti saya bisa meraih posisi itu, namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya resign menjelang akhir tahun 2008 . Salah satu alasannya adalah karena saya sudah tak kuat lagi dipompa terus menerus dengan target perusahaan, bayangkan 1 bulan saya harus bisa menjual produk kurang lebih 9 milyar dan perolehan tagihan piutang 92% harus tertagih. Sementara akses untuk bisa menembus level-level direktur sangat sulit karena beragam kepentingan. Nah, alasan ke-2 mungkin karena saya sendiri ingin mewujudkan idealisme dan bisa memberikan apa yang saya miliki bisa bermakna bagi banyak orang. Alhasil, akhirnya saya memutuskan untuk membuka Usaha di daerah Cilacap pada tahun januari 2009, sekiranya saya sudah pertimbangkan dengan matang dengan pihak keluarga tentang rencana saya tersebut. Akhirnya dengan modal nekad sayapun berangkat dulu ke cilacap untuk survei tempat dan sebagainya. Saya ingat sekali waktu itu sama sekali tidak punya uang untuk buka usaha. Namun, saya terus berdo’a agar Allah memudahkan segalanya tentan niatku ini. Alhamdulillah tanpa disadari kakak ipar memberi saya pinjaman sebesar Rp.9.000.000,- untuk modal awal buka usaha. Akhirnya saya putuskan untuk membeli Asesoris  & mainan anak di Pasar pagi jakarta. Dengan naik KRL bersama istri dari stasiun tambun menuju Jakarta. Setelah semua barang dagangan terkumpul , karena ngirit ongkos satu unit komputer, 1 printer dan barang dagangan saya bawa dengan menaiki motor sampai Cilacap. Ehh kabayang repotnya deh, sepanjang jalan saya terus berdo’a supaya Allah memudahkan segalanya.
Sesampai lokasi , yang kebetulan tanah kelahiran saya. berunding dengan Ayah dan Ibu serta keluarga, tercetuslah usaha photocopy (nekad, padahal belum tahu sama sekali sebelumya)
Tanpa disadari modal terkumpul Rp.35.000.000,- hasil pinjam sana-pinjam sini terbelilah satu buah mesin copy dan perlengkapannya. Ehm..seiring berjalannya waktu usaha saya telah berjalan, bolak-balik jakarta- cilacap untuk jenguk anak. Ahh, rupanya keluarga tidak kerasan ditinggal di Jakarta, begitupun ketika saya ajak ke daerah tak kerasan ingin minta pulang ke Jakarta, bisa 2 minggu sekali saya bolak-balik jakarta, alhasil ongkos habis di jalan. Hingga rumah tangga hampir berantakan. Setelah perenungan cukup lama dan minta nasihat orang tua, akhirnya usaha yang mulai menggeliat harus saya tutup balik lagi ke Jakarta.
 Alhamdulillah teman dari padang menawarkan saya untuk mengelola tokonya di Tanah Abang. Hingga akhirnya saya bergabung untuk menjalankan usahanya terutama dibidang administrasinya, karena toko sudah menyebar luas ke wilayah sumatera dan jawa sehingga perlu sistem yang baik untuk mendukungnya.
berguru dari tanah abang
Seiring berjalannya waktu, rupaya fasilitas internet sangat bebas disini, akhirnya berkenalanlah dengan milist TDA Bekasi melalui searching di google. Satu minggu saya mengikuti lalu lints milist kok beda yah, gak seperti yang lain. Kadang ada rahasia dapur usaha dikasih ke sesama rekan milist. Ehm menjelang 2 minggu saya makin tertarik saja, pass momentum Milad TDA Bekasi akhirnya saya mencoba ikut, disitu saya mulai mengenal sosok Pak Eko SHP, Pak Rawi, Pak Ato, Pak Samsu,,itu yang saya inget betul. Rupanya saya terkena virus TDA, hari ke-2 belum selesai acara saya langsung booking tempat buka kembali usaha yang sudah 6 bulan lamanya mangkarak di gudang. Tepatnya di Daerah papan mas jl, setia mekar Ruko Kav.21 saya mulai mencoba untuk bangkit..karena satu alasan “Keyakinan yang kuat untuk mewujudkan Harapan”
warung kecil saya dimalam hari
Demikian sedikit kisah hidup saya, mudah-mudahan mengisnpirasi yang lain.
“Sukses bukan impian, tapi keyakinan, perjuangan dan harapan”
“Butuh waktu untuk mencapai klimak itu “
 
Salam Sukses Mulia..
 

Read Full Post »

Kemitraan adalah beberapa hubungan yang paling sulit dalam bisnis untuk mengelola. More often than not they end in failure. Lebih sering daripada tidak mereka berakhir dengan kegagalan. They can become extremely complex and if they don’t work out things can get very messy, often ending in failed friendships and estranged families. Mereka bisa menjadi sangat kompleks dan jika mereka tidak bekerja di luar sesuatu bisa menjadi sangat berantakan, sering berakhir dengan persahabatan gagal dan keluarga terasing. So if you are considering a business partnership there are a few things you should keep in mind. Jadi jika Anda sedang mempertimbangkan suatu kemitraan usaha ada beberapa hal yang harus diingat.

bermitra layaknya pasangan romantis
When considering becoming a partner with someone you need to remember that your partnership will become about more than money. Ketika mempertimbangkan menjadi partner dengan seseorang yang Anda perlu ingat bahwa kemitraan Anda akan menjadi sekitar lebih dari uang. It’s about trust. Ini tentang kepercayaan. It’s about relationship building between you and your partner. Ini tentang membangun hubungan antara Anda dan pasangan Anda. Together you’re going to have a lot of challenges and difficulties that you’ll need to work through together. Bersama Anda akan memiliki banyak tantangan dan kesulitan yang Anda akan perlu bekerja melalui bersama. You can’t just make an important business decision on your own. Anda tidak bisa begitu saja membuat keputusan bisnis yang penting Anda sendiri. You’ll need to discuss it with your partner and vice versa. Anda harus membicarakannya dengan pasangan Anda dan sebaliknya. But at the same time there will be instances when something can’t be talked about beforehand and each person will need to have confidence in the other to make the right decision. Tetapi pada saat yang sama akan ada contoh ketika sesuatu yang tidak dapat berbicara tentang sebelumnya dan setiap orang harus memiliki kepercayaan yang lain untuk membuat keputusan yang tepat.

If you are thinking of forming a business partnership with someone you will also need to determine whether you know the person well enough to work with them. Jika Anda berpikir untuk membentuk kemitraan bisnis dengan seseorang yang Anda juga akan perlu menentukan apakah Anda tahu orang yang cukup baik untuk bekerja dengan mereka. Do your personalities complement each other? Apakah kepribadian Anda melengkapi satu sama lain? Do your business and your partners mesh together effectively? Apakah bisnis Anda dan mitra Anda mesh sama secara efektif? You need to evaluate your strengths and weaknesses and your partners to make sure that between the two of you there exist the skills needed to succeed. Anda harus mengevaluasi kekuatan dan kelemahannya dan mitra Anda untuk memastikan bahwa antara kalian berdua terdapat keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses.
And a successful business partnership needs to have shared goals and values. Dan sebuah kemitraan bisnis yang sukses membutuhkan tujuan untuk memiliki dan nilai bersama. The two of you need to agree on what you want the business to become. Anda berdua harus setuju pada apa yang Anda ingin bisnis menjadi. Are you looking to build up your own little empire or are you happy with the fact that you are your own bosses and can make a decent living. Apakah Anda ingin membangun kerajaan kecil Anda sendiri atau Anda senang dengan fakta bahwa Anda bos Anda sendiri dan dapat membuat kehidupan yang layak.

Successful business partnerships are rarely equal partnerships. kemitraan bisnis sukses kemitraan jarang sama. Fifty fifty splits are not a wise idea when considering being partners with someone. Lima puluh lima puluh membagi ide yang tidak bijaksana ketika mempertimbangkan mitra bersama seseorang. This of course is an area that can cause a lot of animosity. Hal ini tentu saja merupakan wilayah yang dapat menyebabkan banyak permusuhan. But for a business to be successful most often it needs to have one voice that has the final say. Tapi untuk bisnis yang akan sukses paling sering perlu untuk memiliki satu suara yang memiliki kata akhir. Often this is worked out by determining who will be the president of the company and who is the vice president or some other such title. Sering kali ini berhasil dengan menentukan siapa yang akan menjadi presiden perusahaan dan yang adalah wakil presiden atau beberapa judul seperti lainnya. This can work and often does but the fact that two different people own exactly half of the company can often come into play anyway. Ini dapat bekerja dan sering tidak tapi kenyataan bahwa dua orang yang berbeda sendiri persis setengah dari perusahaan sering bisa ikut bermain pula.

Once the other details have been worked out you’re final test of whether a partnership can work is to draw up a business plan. Setelah detail lainnya telah berhasil Anda tes akhir apakah kemitraan dapat bekerja adalah untuk membuat rencana bisnis. In it you can outline each person’s area of responsibility within the business. Di dalamnya Anda dapat garis besar wilayah masing-masing orang tanggung jawab dalam bisnis. It’s important because even though you’ll want to discuss those important decisions that must be made you also want to be able to take advantage of the skills that each person is bringing into the business. Ini penting karena meskipun Anda akan ingin membahas keputusan penting yang harus dilakukan Anda juga ingin untuk dapat memanfaatkan ketrampilan yang setiap orang membawa ke dalam bisnis. You’ll want the work loads and responsibilities to be fairly equal. Anda akan ingin beban pekerjaan dan tanggung jawab untuk secara adil sama. Often animosity can develop if one person believes the other is not contributing their fair share. Sering permusuhan dapat berkembang jika satu orang percaya yang lain tidak berkontribusi berbagi wajarnya.

Business Partnerships can work but they also require a lot more thought than a sole proprietorship does. Bisnis Kemitraan dapat bekerja tetapi mereka juga memerlukan lebih banyak berpikir daripada kepemilikan tunggal tidak. You need to be cognizant of the other person’s abilities, dedication, personal responsibilities, and goals. Anda harus menyadari kemampuan orang lain, dedikasi, tanggung jawab pribadi, dan tujuan. Just as they need to be aware of yours. Sama seperti mereka harus menyadari Anda. Often good relationships can become strained or even end because of a failed partnership. Seringkali hubungan baik bisa menjadi tegang atau bahkan akhir karena kemitraan gagal

Read Full Post »

Lebaran kali ini, saya berkesempatan untuk bisa mudik ke kampung halaman. Alhamdulillah berkesempatan juga sedikit jeprat-jepret dengan usaha keluarga yang telah berjalan puluhan tahun, namun tak sempat terbesit untuk menuliskannya.. Sale Pisang Goreng ternyata usaha yang cukup menjanjikan, walaupun dikelola dengan sederhana, dengan manajamen orang desa, ternyata orang tua saya sudah menggelutinya lebih dari 20 tahun dan tetap survive sampai sekarang walaupun dengan modal seadanya..

pisang yang sudah dikupas

Gambar disamping merupakan jenis pisang siem . Tahap yang pertama adalah dengan memilih pisang yang sudah masak (dari jenis bisa pisang siem, pisang ambon) kemudian dikupas kulitnya. Biasanya para pedagang sale pisang membeli pisang dari para pengepul pisang masih dalam keadaan mentah (hijau) dengan perkiraan pisang akan matang (berwarna kuning kulitnya) dalam kurun waktu 3-7 hari lagi. Proses pengupasan cukup mudah dengan meng

Selanjutanya pisang dipress dengan bantuan alat press dari kayu

unakan manual tangan saja. lihat juga neh gambarnya..di kampuang cilacap

Lihat pisang yang sudah dipress dari lonjong jadi rata

Beginilah kondisi pisang yang telah dipress menjadi sale pisang .siap dijemur

Setelah dijemur kering,pisang bisa digoreng .gambar setelah digorengSale pisang sudah dikemas dan siap dijual

Read Full Post »