Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Puisi’ Category

Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan

Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan hati laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini

Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan

Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan

Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku

Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama

dikutip dari …forum nova a/n fariqina

Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat

Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan

Hiduplah demikian!

Read Full Post »

Hidup…

Hidup akan datang mengetuk pintumu, entah kau siap atau tidak menyiapkan segala perkakas menggeluti siang bentara malam yang kita impikan dengan tenang usai ketika pagi tumbuh cakrawala merah muda diujung langit sana dan kokok ayam :mata terbuka kehidupan berputar seperti roda pedati pelan menginjak batu tanah arloji gantungkan pikiran tentang waktu dan kaki-kaki membuka langkah menunjuk langit yang tersapu hujan tadi malam Pagi membuka jendelanya dan sayap-sayap kabut berterbangan dihirup matahari Pukul tujuh hari ini, pasar-pasar membuka lapaknya, petani turun pada tanah lumpur, nelayan kembali dari lautan dan menenteng ikan tangkapan, pencuri tertidur pulas dan anak malas mulai menyalakan TV melihat musik sambil makan indomie. Hidup dimulai pada keriangan hati Nyalakan mesin mobil, siapkan buku-buku laporan atau menuliskan pada laptop tentang agenda hari ini proyek musti dijalankan, anak gelandangan tertidur pulas, negara masih ada…… hidup mengetuk pintumu. Wartawan-wartawan tertidur di depan markas polisi, penyiar bersolek dengan gincu mahal Ajudan menteri berlarian Presiden mengangguk-angguk dan memainkan pulpennya sambil menghirup kopi Pak Lurah mencari dokumen-dokumen tanah sambil menghayal tentang janda sebelah Penjaja roti berlarian mengejar pelanggan Pelacur masih tertidur kelelahan : Anak kecil gelandangan menyusun kotak-kotak karton dipinggir kali Rumah kardus berdiri Rumah Pejabat dihiasi kolam renang dan Pagi menyiangi tanpa membedakan kerna kehidupan seperti tanah keadilan, hanya manusialah yang mengurapinya dengan rumusan modal. Balur-balur cemeti ada di jalan raya dan polisi yang kelelahan karena gagal menangkapi sopir bis sialan. Persiapan luka ada di jalan-jalan raya, jalan setapak hutan dimana harimau kerap berjemur sambil makan ubi mobil-mobil, motor yang liar, angkot dengan kecepatan ferrary, busway yang memasukkan penumpang dengan semangat membenahi ibukota, atau penumpang lelaki di kereta yang senang mengobel pantat wanita dalam desakan-desakan penuh keringat bercampur parfum murahan. Kuliah di ruang universitas monitor-monitor saham transaksi obligasi atau sejenis hutang tanda tangan kartu kredit dan perjanjian dengan setan Intelektual melacurkan pengetahuan Profesor dinobatkan, tanpa satu bukupun dihasilkan pada kehidupan kita mengaduh pada sampah-sampah yang dibakar Pram di sore waktu : Hidup Rindu pada pacar yang menghilang pada cinta yang menguap Perkabaran tentang kawan-kawan berita keluarga tentang perkelahian rebutan warisan Artis-artis yang senang mengangkang Sutradara sinetron murahan dengan pet dan kaca mata hitam Penjual ganja dan narkotika yang sedang bergurau dengan Intel Polisi Mahasiswa rajin kutu buku yang ingin menjadi dosen paruh waktu Tukang Mie Ayam yang hampir terjengkang jatuh ke selokan Penerima beasiswa yang melonjak kegirangan dan si sial yang selalu saja gagal visa di kedutaan : Kehidupan Ibu-ibu yang marah anaknya dipaksa jilbaban pada sekolah negeri Tentang artis porno yang tertawa cekikikan Pejuang humanis yang bangun kesiangan Pembaca puisi yang mencoba santun terhadap kehidupan Guru-guru sekolah Kepala Sekolah Penilik Sekolah Menteri Pendidikan yang senang gonta-ganti peraturan dan memajang wajahnya di televisi-televisi sambil bilang pendidikan gratis lalu rakyat senang Motivator-motivator di ruang kantor yang teriak-teriak sambil melemparkan kursi membakar semangat Auditor akuntan yang hampir mati terkurung angka Serdadu yang mulai tidak kuat lari pagi Anak-anak SD yang dibebani kehidupan Ibu-ibu dengan daster you can see memamerkan ketek di depan penjaja sayuran dan Petinju yang tersungkur di kanvas tadi malam : Menjalani Hidup Hidup pagi ini berputar kencang serupa alat dokter gigi menggergaji gigi sampai cukup ditambal amalgam itulah hidup : selalu menambal hati yang tak pernah jelas maunya apa. Lantai semen jembatan penyebrangan mencatat dengan sisa-sisa karbon hidup yang dijejaki pada kaki-kaki cakrawala dan itulah sejarah, tanpa bekas tak usah diingat hidup ini ribuan kali memang sudah mati : Mati berkali-kali kutipan @Anton.. By.. Anhar Salam blogger

Read Full Post »

Motorku teman setiaku

 

Marilah kwan, mari berjalan menjelajahi kota ini
Hujan begitu deras dan kehidupan telah terjaga dari lenanya

Dan kini mengembara menyusuri sungai-sungai dan got-got sempit
Mari kita ikut jejak-jejak musim yang ekstrim ini, yang melewati..
Tanah Abang..Casablanca..Pondok Bambu hingga bekasi
Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,
Di atas hamparan lautan pekerja beroda dua sesak berdesak-desak.

Matahari enggan mengeluarkan pakaiannya
dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya
pada bangunan-bangunan yang kaku koh , dan mereka kelihatan bagai penonton bisu tak bersuara..

Mobil-mobil mewah bersentuhan dijalan saling berpelukan bagai kekasih
Air hujanpun pun lincah berlompatan menari ria,
Di sela-sela roda-roda , diantara dua sepasang sepatu butut menyanyikan lagu riang.

Dan asap-asap kenalpot bermekaran dari mesin buatan
Laksana buih-buih bersemburan, dari jantung perkotaan

Kemarilah, kawan setiaku.. mari meneguk sisa air mata
musim dingin, dari sebotol plastik merek Aqua
Dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada
Curahan simfoni bunyi klakson yang berkicauan
dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan

Mari duduk di pinggir bahu jalan itu, tempat manusia berteduh
berteduh dalam persembunyian, dan meniru
Keinginan mereka dalam pertukaran …

Harapan dan kerinduan

Tentang budaya, kota , keluarga dan perasaan..

 

Read Full Post »

MUSIM BUNGA

Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan,
Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya

dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah,
Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui
Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan
‘Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,
Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Fajar Musim Bunga telah mengeluarkan pakaiannya
dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya
pada pohon pic dan sitrus , dan mereka kelihatan bagai pengantin dalam
upacara tradisi Malam Kedre..

Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagai kekasih
Air kali pun lincah berlompatan menari ria,
Di sela-sela batuan, menyanyikan lagu riang.

Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam,
Laksana buih-buih bersemburan, dari kalbu lautan

Kemarilah, sayang: mari meneguk sisa air mata
musim dingin, dari gelas kelopak bunga lili,
Dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada
Curahan simfoni burung-burung yang berkicauan
dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan

Mari duduk di batu besar itu, tempat bunga violet
berteduh dalam persembunyian, dan meniru
Kemanisan mereka dalam pertukaran kasih rindu.

Read Full Post »

Permatang rimba bersuluh terang, Ranting bersilang taut pegaga, Dagang hamba jauh di seberang, Membanting tulang buat keluarga. Ke Kuala Sedili mencari kerang Kerang di bawa di dalam perahu Sungguh jauh di rantau orang Menangis di hati siapa yang tahu Masam manis buah kuini Jangan pula makan melampau Walau berkurun aku disini Tapi masih dipandang perantau Air diangkut di dalam timba, Menyiram bunga tanam merata; Usah diikut rasanya hiba, Rindu tak terubat dek airmata. Bayang redup si pohon kelapa Tempat berteduh si anak rusa Dagang tidak membawa apa Mengapa pergi menanggung dosa Naik sampan nak ke seberang Pergi bersama dengan di dara Hamba dagang di negeri orang Jauh dari sanak saudara Puas saya menanam ubi Nenas juga ditanam orang Puas sudah kutanam budi Emas juga dipandang orang Lebat pinang di pinggir Kampung Masak setangkai letak di peti Sedih hati mengenang untung Jauh merantau mencari rezeki Anak puyuh patah lah kaki Memagut selasih dipinggir kali Susah payah dagang mencari rezeki Rahmat kasih Allah luas sekali Girangnya hati sang teruna Bertemu dara di hujung bendang Apalah ada pada hamba Rupa tiada harta pun kurang Burung ketitir membuat sarang Sarang dibuat dirumah tamu Hamba ini seorang pedagang Dagang untuk mencari ilmu Baik-baik meniti bendang Tanah yang lecak licin sekali Rupa tiada harta pun kurang Hanya ilmu penyuluh diri Burung terbang diatas perigi Sampan kolek penuh kelapa Mencari ilmu di tempat tinggi Namun asal ku tidak ku lupa Buah delima tingalnya satu Tempat bersarang semut dan kerengga Sunguhpun jauh beribu batu Namun yang tercinta dikenang juga Daun gelenggang pengubat santau Pohonnya condong tumbuh berjejeran Anak dagang asing di rantau Jangan lupakan desa kelahiran. Silau persada berjejal bintang, Indah purnama di Kuala Rusa, Kalau tiada aral melintang, Pulanglah jua hamba ke desa. Source: melayu.com

Read Full Post »

Shalat Khusyu..

Ttentu setiap kita yang muslim sering shalatkan? tapi tentu semua ingin khusu..jangan bohong deh klo shalatnya khusu..ngakulah nah bagi yang punya cerita seru bisa berbagi ikuti atau lanjuti cerita saya melalui puisi atau sajak, siapa tahu ada yang khusu beneran..he..he..he

 

Gara-gara Sajadah…

Aku belajar shalat..

Setelah menghabiskan 14 buku bacaan shalat khusu..

Namun ketika berdiri dan ruku..

Aku lihat tulisan didepan kakiku begitu jelas…

“made in Cimahi ..”anti air”..

Selesai shalat berdo’a yang diingat “anti airnya” bukan do’anya wekwekwk..

 

Khusyuk..

Ehmm gagal khusyu deh gara-gara sajadah ..

Kuulangi shalatku..

Takbir..Allahuakbar..

Baca iftitah dan Alfatihah

Dengan mata terpejam…

Waduh, sialan bener nih..

Aku inget ternyata kunci lemari yang kucari-cari ternyata nyelip dipeciku yang sedang kupake..

Ingat kata pak kyai kalau mau khusyu harus rileks..

Rileks, ya itu kunci shalat khusyu..

Rilekskan pikiran..

Rileks..

Rileks..

Oke..bismillahirrahmanirrahim..

“Allahuakbar..”

bibirku sibuk melafadzkan bacaan shalat..

tapi pikiranku sibuk berpikir ” rileks, rileks, rileks”…

Sekali lagi Khusyu…

Kalau pertama kali tadi aku gagal shalat gara-gara sajadah maka kali ini aku tanpa sajadah deh..kubersihkan lantai keramiknya sampai kinclong.

beres..

Takbir, baca ifititah dan alfatihah dengan tartil mataku tertuju pada lantai

Kulihat dua ekor semut lewat dihadapanku, mataku terus mengikutinya hingga kepala ikut-ikutan kesamping..waduh gagal lagi khusunya..

Ehmm kucoba lagi, kalau tadi gagal karena ingatan kunci

Maka kali ini kucoba hapus semua ingatan itu..

Makasegera kumandangkan takbir, pejamkan mata, tarik nafas, kurilekskan ikiran…

alamak..kaki kiriku digigit nyamuk..

Aduh gagal lagi shalatku..

Aku ulangi lagi..

Bismillahirrahmanirrahim..

Allahuakbar..

baca iftitah, alfatihah ruku, sujud.

Astagfirullah..rupanya aku baru ingat hari ini utangku jatuh tempo..

Pak Anggi pasti bakal ngamuk karena aku belum bisa bayar utang..

waduh mati aku..

Siapa yang bisa melanjutkan punya pengalaman shalat khusyu..

Read Full Post »

Penghibur Hati

Ini bukan niat sesaat, namun tentang masa lalu untuk diingat Hati adalah halaman, tergurat perilaku yang melekat Sifat-sifat naif tak akan tersekat oleh predikat Saat kita menjadi saksi ketekunan seorang kawan, tekad giat untuk meraih masa depan Saat tahun demi tahun telah lewat, ada banyak kawan dan tetaplah sahabat Ada yang saling memikat, bahkan ada juga yang saling menyikat Apapun yang terjadi, semua itu hanyalah tingkatan martabat Bicara tentang usia, pastilah kita makin mendekat ke liang lahat Berita tentang kawan, selalu tampak terdengar berita-berita menawan Ada kala semangat, ada kala terpuruk, ada kala hanya bermain-main Itulah untaian hari saat kita berlomba mencari jati diri Semua itu bukan tentang berhasil atau kegagalan Entah pengusaha atau dhuafa, entah pejabat atau penjahat Entah konglomerat atau melarat, itu cuma secuil prestasi dan spekulasi Kolase seremonial apapun, tak akan pernah bisa sempurna Silaturahmi dan kompromi, tak lebih membangun kebersamaan yang alami Tak perlu serangan bujukan, ajakan bahkan paksaan Tak perlu menjilat atau bahkan gila hormat Karena kawanlah kita ada Ciri tandanya, limpahan kasih sayang yang akan selalu hangat menyapa Aneka pertemuan tak perlu berbuah kesan Namun akan muncul kalung untaian pesan Yang perlu lanjutan kepedulian serta serial kerendah hatian Maka…jangan pernah mati rasa dengan arti silaturahmi yang sebenarnya Supaya nanti saatnya tiba kita mati….kita adalah seseorang yang punya arti..

@Puisi punya teh l.e.n.i ..karen bagus saya copas ..karya teh l.e.n.i

Read Full Post »