Feeds:
Pos
Komentar

Ijasah Palsu…

Menjelang ujian akhir semester, serasa tidak ingin kehilangan moment. Aku ingin sekali rasanya menulis , setelah sekian lama fakum, terlalu naif meninggalkan banyak momen tanpa aku bisa menguraikan dalam cerita.Karena sebentar lagi, sahabat-sahabatku akan terpecah dalam konsentrasi bidang keilmuan yang akan mereka jalani.

Begitu padatnya waktu yang harus dijalani, terkadang rasa malas sangat menghantui berbagai aktifitas yang dijalani, sampai hari ini sudah mulai memuncak, hingga yah..apalagi bolos deh kerja. Memang waktu perkuliahan hanya sabtu dan terkadang minggu dengan 3 atau mata kuliah yang dijalani, tetapi..behh tugas melulu man…setiap malam harus pelototin itu laptop, makalah, tugas siapkan presentasi menjadi menu makanan sehari-hari.

Bayangkan setiap pertemuan harus buat makalah, minimal yah 32 lembarlah beum termasuk slide presentasi 30-40an slide untuk satu mata kuliah,Dosen mah tinggal duduk, kommen deh..(upps maaf pak)…hehehehe..memang beda sekali kuliah di Pasca Sarjana dengan waktu S1 ya, atau ditempat lain sama kali, ah mestinya sama ya.

Hal tersebut mungkin bisa jadi berbeda, jika yang menjalani adalah anak yang masih fresh , tamat SMA lulus S1,lanjut S2..behh cakep deh..pinter, cakep,kinyis-kinyis,kutu-buku…kacamata lebar..hahahaha. Lah, kita-kita ini kebanyakan sudah pada berumur, ada buntut pula . Banyak tuntutan yang menanti, kerja di kantor, dengan keluarga, anak-anak, hubungan dengan masyarakat yah…kuliah lagi. Memang ada sih yang baru lulus gitu masih imut-imut langsung S2..yah lumayan buat dikerjain (huss ngawur hehehe) …Tapi tetep saja berat, malah terkadang pada saat jam kuliah berlangsung, gak konsen kita tuh, sama paparan yang dijelaskan di depan, semua sibuk kerjain paparan sendiri yang belum selesai.

IMG_20150329_154253

Sangat naif sekali dengan pemberitaan di Televisi akhir-akhir ini, dimana dengan mudahnya mendapatkan gelar hanya dengan menggadaikan ilmu yang kita susah payah mendapatkannya ditukar dengan uang. Kita lihat di televisi untuk level SMA dengan tebusan 10 jt, D3, 25 jt, S-1 35 juta, S-2 50-75 juta, S-3 bisa dengan yah diatas itu..

Wew, menyedihkan sekali, mudah-mudahan potret pendidikan kita akan semakin baik, ilmu yang dicari, bukan gelar yang dicari untuk memenuhi status sosial dalam masyarakat. Jadi Anda harus berhati-hati dengan Ijasah anda ya..hehehe jangan-jangan palsu nih..Menarik sekali Dosen saya mengatakan kategori Palsu :

– Ijasah Asli : well, ini memang bener, kuliah serius,kampus ada, proses belajar ada, sesuai DIKTI

– Ijasah Asli tapi Palsu : Ijasahnya Asli dari DIKTI,Kampus ada, NIM ada, belajar iya, ujian ya juga..terus apalagi kenapa dibilang palsu ? yah itu tu.. Anda kalau belajar  cuman tidur doanng, tugas nyontek, teman presentasi tidur melulu….hahaha..ati2 ini yang ini…cuman dapat ijasah dan gelar ilmu gak ada..

– Ijasah Palsu : Ijasah tercetak mirip lagi, Gedung numpang cuman seluas apartemen hehehe…gak ada proses belajar mengajar , tahu-tahu doi udah dapat gelar saja…waduh bahaya nih yang ini…

Sekali lagi Salam semesteran, jangan suka yang palsu-palsulah..Cinta kalau palsu juga gak enak kan…wakkakakak

IMG_20150329_154627

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo (?), Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal Dan
Investment,
Beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca Dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* – – – sebuah perenungan

Buat para suami baca ya….. Istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah
Senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
Dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.
Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah
Istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh Dan tidak bisa
Digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
Seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang
Lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap Hari Pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi,
Dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja
Dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
Tersenyum, untunglah tempat usaha Pak suyatno tidak begitu jauh dari
Rumahnya sehingga siang Hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
Siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian Dan
Selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
Menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya
Setiap berangkat tidur.

Ru tini tas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
Dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
Mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal is bungsu yg masih
Kuliah.

Pada suatu Hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
Mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
Sudah tinggal dengan keluarga masing2 Dan Pak Suyatno memutuskan ibu
Mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya
Berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ‘
Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak
Merawat ibu tidak Ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir
Bapak……. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu’ . Dengan air Mata
Berlinang anak itu melanjutkan kata2nya ‘sudah yg keempat kalinya kami
Mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya,
Kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami
Sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu
Sebaik-baiknya secara bergantian’..

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.’
Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,
Mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya
Ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
Melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,… Kalian yg
Selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun
Dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia
Menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
Meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan
Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain,
Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.’

Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak suyatno merekapun melihat
Butiran2 kecil jatuh dipelupuk Mata ibu Suyatno.. Dengan pilu
Ditatapnya Mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya
Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi
Nara sumber Dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno
Kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat  Istrinya yg sudah
Tidak bisa apa2… Disaat itulah meledak tangis beliau dengan
Tamu  yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup
Menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita.
‘Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
Perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga,
Pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi
Pendamping hidup saya, Dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar
Merawat saya mencintai saya dengan hati Dan bathinnya bukan dengan
Mata, Dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta Kita bersama..Dan itu
Merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
Mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari
Penggantinya apalagi dia sakit,,,’

Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan

Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan hati laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini

Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan

Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan

Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku

Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama

dikutip dari …forum nova a/n fariqina

Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat

Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan

Hiduplah demikian!

Hidup…

Hidup akan datang mengetuk pintumu, entah kau siap atau tidak menyiapkan segala perkakas menggeluti siang bentara malam yang kita impikan dengan tenang usai ketika pagi tumbuh cakrawala merah muda diujung langit sana dan kokok ayam :mata terbuka kehidupan berputar seperti roda pedati pelan menginjak batu tanah arloji gantungkan pikiran tentang waktu dan kaki-kaki membuka langkah menunjuk langit yang tersapu hujan tadi malam Pagi membuka jendelanya dan sayap-sayap kabut berterbangan dihirup matahari Pukul tujuh hari ini, pasar-pasar membuka lapaknya, petani turun pada tanah lumpur, nelayan kembali dari lautan dan menenteng ikan tangkapan, pencuri tertidur pulas dan anak malas mulai menyalakan TV melihat musik sambil makan indomie. Hidup dimulai pada keriangan hati Nyalakan mesin mobil, siapkan buku-buku laporan atau menuliskan pada laptop tentang agenda hari ini proyek musti dijalankan, anak gelandangan tertidur pulas, negara masih ada…… hidup mengetuk pintumu. Wartawan-wartawan tertidur di depan markas polisi, penyiar bersolek dengan gincu mahal Ajudan menteri berlarian Presiden mengangguk-angguk dan memainkan pulpennya sambil menghirup kopi Pak Lurah mencari dokumen-dokumen tanah sambil menghayal tentang janda sebelah Penjaja roti berlarian mengejar pelanggan Pelacur masih tertidur kelelahan : Anak kecil gelandangan menyusun kotak-kotak karton dipinggir kali Rumah kardus berdiri Rumah Pejabat dihiasi kolam renang dan Pagi menyiangi tanpa membedakan kerna kehidupan seperti tanah keadilan, hanya manusialah yang mengurapinya dengan rumusan modal. Balur-balur cemeti ada di jalan raya dan polisi yang kelelahan karena gagal menangkapi sopir bis sialan. Persiapan luka ada di jalan-jalan raya, jalan setapak hutan dimana harimau kerap berjemur sambil makan ubi mobil-mobil, motor yang liar, angkot dengan kecepatan ferrary, busway yang memasukkan penumpang dengan semangat membenahi ibukota, atau penumpang lelaki di kereta yang senang mengobel pantat wanita dalam desakan-desakan penuh keringat bercampur parfum murahan. Kuliah di ruang universitas monitor-monitor saham transaksi obligasi atau sejenis hutang tanda tangan kartu kredit dan perjanjian dengan setan Intelektual melacurkan pengetahuan Profesor dinobatkan, tanpa satu bukupun dihasilkan pada kehidupan kita mengaduh pada sampah-sampah yang dibakar Pram di sore waktu : Hidup Rindu pada pacar yang menghilang pada cinta yang menguap Perkabaran tentang kawan-kawan berita keluarga tentang perkelahian rebutan warisan Artis-artis yang senang mengangkang Sutradara sinetron murahan dengan pet dan kaca mata hitam Penjual ganja dan narkotika yang sedang bergurau dengan Intel Polisi Mahasiswa rajin kutu buku yang ingin menjadi dosen paruh waktu Tukang Mie Ayam yang hampir terjengkang jatuh ke selokan Penerima beasiswa yang melonjak kegirangan dan si sial yang selalu saja gagal visa di kedutaan : Kehidupan Ibu-ibu yang marah anaknya dipaksa jilbaban pada sekolah negeri Tentang artis porno yang tertawa cekikikan Pejuang humanis yang bangun kesiangan Pembaca puisi yang mencoba santun terhadap kehidupan Guru-guru sekolah Kepala Sekolah Penilik Sekolah Menteri Pendidikan yang senang gonta-ganti peraturan dan memajang wajahnya di televisi-televisi sambil bilang pendidikan gratis lalu rakyat senang Motivator-motivator di ruang kantor yang teriak-teriak sambil melemparkan kursi membakar semangat Auditor akuntan yang hampir mati terkurung angka Serdadu yang mulai tidak kuat lari pagi Anak-anak SD yang dibebani kehidupan Ibu-ibu dengan daster you can see memamerkan ketek di depan penjaja sayuran dan Petinju yang tersungkur di kanvas tadi malam : Menjalani Hidup Hidup pagi ini berputar kencang serupa alat dokter gigi menggergaji gigi sampai cukup ditambal amalgam itulah hidup : selalu menambal hati yang tak pernah jelas maunya apa. Lantai semen jembatan penyebrangan mencatat dengan sisa-sisa karbon hidup yang dijejaki pada kaki-kaki cakrawala dan itulah sejarah, tanpa bekas tak usah diingat hidup ini ribuan kali memang sudah mati : Mati berkali-kali kutipan @Anton.. By.. Anhar Salam blogger

Merantau…

Tak usah kau hiraukan kemana kaki kupijakkan

Ketika aku mengembara

Di bumi yang mulai retak ,

Memanggul pena memetakan nasib di kertas putih

Berburu takdir yang tak bisa diterka Maka…

Jika tak kau dapati baktiku padamu

Jangan sesalkan bulir peluh yang mengucur di nadiku

Air susu yang mengalir di darahku

Selama langkahku tak membuyarkan warna pelangi

Biarkan aku mengembara, di bumi yang mulai retak

Tak peduli jejak kaki tinggalkan cerca Ucap jiwa sisakan kesah

Kutahu doamu selalu membimbingku

Di perantauan ku tak bisa tenang hidup tanpa cintamu

Aku butuh nasehatmu karena perjalananku

Tak sesederhana air yang mengalir

Tak semudah kebetulan

Aku tak ingin seperti layang-layang, menyerah saja dipermainkan angin

Ada cita yang harus dicari

Ada suara yang harus dikabarkan Surga itu masih di telapakmu Tangan

Tuhan masih di tanganmu Dan saat aku mengembara,

di bumi yang mulai retak Aku sadar,

 aku tak bisa berbakti Mungkin tak sekarang

Entah kapan, aku pun enggan berjanji

Sumber Bumi Mangkuyudan, Solo, Desember 2008//Miftahul Abrorri

Puisi Untuk Timnas

atas kekalahan kecil ini kamu menangis kami juga menangis kamu sedih kami juga sedih kamu kecewa kami juga kecewa tapi ingat kawan kamu mendapatkan kemenangan jauh lebih besar hati kami jiwa kami raga kami dukungan kami bersatu….. tidak hanya didalam lingkaran tembok senayan tidah hanya didalam garis batas negara tetapi melingkar menyelimuti jagat raya terima kasih timnas kalian telah menyuguhkan permainan yang sesungguhnya kami bisa bersatu melupakan perpecahan kami bisa tertawa melupakan kesedihan kami bisa bangga atas negeri yang indah ini

Seperti Apa diri kita sekarang?

Setelah sempat stag menulis, akhirnya saya coba ingin menulis juga..sepertinya dikala semua emosi yang ada di dalam dada ini tak bisa tercurahkan hanya dengan berbicara dan menaruh harapan pada orang lain. Tapi dengan menulis, begitu merdekanya saya bisa berkendak sebisa mungkin tanpa harus ada konotasi seru, batasan dan larangan.

Hemm..semakin lama saya melihat dibalik kaca kecil sepeda motorku.guratan pelipis ini makin nyata dan hitam.Teka -teki hidupku telah terukir disana, unik setiap perjalanan mengisi cerita satu persatu dalam baris guratan dahi ini..ada kalanya menebal adakalanya menipis namun sangat tajam, ya itu hidup seseorang.

Waktu terus berjalan dan tidak pernah kembali. Tidak terasa ternyata diri kita telah berdiri hari ini dengan keadaan yang ada saat ini. Inilah diri kita yang sekarang. Tidak terasa ternyata selama ini semua yang terjadi telah membentuk diri kita menjadi seperti saat ini. Apakah saat ini kita bahagia dengan kondisi kita saat ini ? Ataukah kita merasa menderita?

Banyak sekali episode-episode kehidupan yang telah kita jalani. Begitu banyak pilihan dalam hidup ini yang telah kita ambil. Begitu banyak tindakan yang telah kita lakukan. Begitu banyak hal-hal yang telah kita lihat, dengar, rasakan, dan kita ucapkan dalam hidup ini. Dan kesemuanya telah membentuk diri kita saat ini. Diri kita yang sekarang ini adalah hasil dari proses yang telah kita jalani di masa lalu.

Secara sadar atau tidak, kita telah banyak bertemu dengan orang-orang. Kita telah berkomunikasi dengan beragam tipe orang. Kita telah sering berinteraksi dengan mereka dalam berbagai macam lingkungan. Orang-orang tersebut dan lingkungannya pun turut memberikan kontribusinya dalam membentuk diri kita.

Dari semuanya itu, bagaimanakah sebenarnya diri kita sekarang ini? Bagaimanakah segala macam kejadian itu telah membentuk kepribadian kita? Bagaimanakah setiap tindakan yang kita lakukan telah mewujudkan cita-cita kita? Bagaimanakah keputusan-keputusan yang kita ambil itu, berpengaruh terhadap kehidupan kita masa kini?

Apakah kita bahagia dan merasa diri kita telah berkembang dengan baik selama ini? Ataukah perjalanan yang telah kita tempuh justru membuat diri kita belum berkembang, bahkan seakan jalan di tempat? Adakah sifat atau karakter kita yang muncul dan tenggelam selama pengarungan hidup ini? Bagaimanakah kebermanfaatan diri ini dalam lingkungan kita?

Dari mulai kita kecil, saat kita masih duduk di bangku sekolah dasar kita belajar dan bermain bersama teman-teman kecil kita dan itu membentuk diri kita. Kemudian beranjak ke SMP dan kita semakin senang bergaul dan berinteraksi dengan kawan-kawan kita. Kita telah mengenal berbagai macam hal-hal baru saat itu. Tak terasa tiga tahun kemudian, kita memasuki dunia SMA yang penuh dengan warna-warni dunia remaja. Semakin banyak pengetahuan serta pengalaman yang kita peroleh. Dan perjalanan ini pun membentuk diri kita.

Jam pun terus berdetak, menandakan waktu itu sangat dinamis. Sifatnya absolut dan mutlak. Bergerak dan terus bergerak. Perlahan tapi pasti. Bisa juga cepat dan sangat pasti. Kita pun masuk ke dunia perkuliahan. Kita memasuki sebuah dunia dimana pembentukan jati diri seseorang semakin jelas. Kita membuka pintu dimana di dalamnya terdapat berbagai macam pilihan. Di sini kita semakin menelusuri mau kemana diri ktia. Sangat banyak hal baru di sini. Dan sekali lagi itu semua membentuk diri kita saat ini. Persis diri kita yang ada pada detik ini.

Apakah kita telah menjadi orang yang lebih baik ? Apakah kita sedang berkembang untuk terus maju? Ataukah justru kualitas diri kita semakin menurun?  Apakah kita menjadi orang semakin bernilai, bermakna, dan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain? Ataukah diri kita masih menjadi orang yang biasa-biasa saja?

Hari ini, saat ini saat kaca spion sepeda motorku menjadi cerminan hidup..esok lusa wajah inipun akan terus berbenah mengikuti alur cerita hidup ini…sebuah teka-teki yang tidak seorangpun bisa menebaknya..untuk hidup yang lebih baik..

ya satu kata bagi setiap orang ..ingin hidupnya lebih baik diesok hari apapun perpektifnya..

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.